<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: PENDEKATAN BUDAYA TERHADAP AGAMA</title>
	<atom:link href="http://prasetijo.wordpress.com/2009/05/11/pendekatan-budaya-terhadap-agama/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://prasetijo.wordpress.com/2009/05/11/pendekatan-budaya-terhadap-agama/</link>
	<description>Its My World</description>
	<lastBuildDate>Thu, 17 Dec 2009 01:55:26 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: tijok</title>
		<link>http://prasetijo.wordpress.com/2009/05/11/pendekatan-budaya-terhadap-agama/#comment-104</link>
		<dc:creator>tijok</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Sep 2009 21:05:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://prasetijo.wordpress.com/?p=212#comment-104</guid>
		<description>Memang betul mas kanjeng kober, pemikiran parsudi banyak dipengaruhi oleh pradigma fungsional, struktural fungsional menurut saya tepatnya. Kental sekali pemikiran talcot parson-nya didalam. Tapi bukannya memang begitu kodratnya manusia ? manusia juga kodratnya mahkluk sosial yang fungsional ? Tuhan menciptakan manusia agar dapat berfungsi/berguna untuk alamnya atau paling tidak utk sesamanya ?. Bukannya Tuhan menciptakan kita manusia agar dapat sbg khalifah/pemimpin didunia yg baik. Katanya begitu...
Jadi pemikirin fungsional juga nggak buruk2 amat menurut saya. Pada prinsipnya dalam pemikiran ini, dasar logikanya adalah pada tatanan  fungsinya, meskipun itu juga dalam konteks agama ataupun dalam tingkatan individual sekalipun, atau psikologi bawah sadar sekalipun.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Memang betul mas kanjeng kober, pemikiran parsudi banyak dipengaruhi oleh pradigma fungsional, struktural fungsional menurut saya tepatnya. Kental sekali pemikiran talcot parson-nya didalam. Tapi bukannya memang begitu kodratnya manusia ? manusia juga kodratnya mahkluk sosial yang fungsional ? Tuhan menciptakan manusia agar dapat berfungsi/berguna untuk alamnya atau paling tidak utk sesamanya ?. Bukannya Tuhan menciptakan kita manusia agar dapat sbg khalifah/pemimpin didunia yg baik. Katanya begitu&#8230;<br />
Jadi pemikirin fungsional juga nggak buruk2 amat menurut saya. Pada prinsipnya dalam pemikiran ini, dasar logikanya adalah pada tatanan  fungsinya, meskipun itu juga dalam konteks agama ataupun dalam tingkatan individual sekalipun, atau psikologi bawah sadar sekalipun.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Kanjeng Kober</title>
		<link>http://prasetijo.wordpress.com/2009/05/11/pendekatan-budaya-terhadap-agama/#comment-102</link>
		<dc:creator>Kanjeng Kober</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Sep 2009 07:34:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://prasetijo.wordpress.com/?p=212#comment-102</guid>
		<description>Kentara sekali pendekatan fungsional dalam pemikiran Parsudi Suparlan di atas. Seakan-akan seluruh tindakan manusia adalah rasional-fungsional seperti itu; terlebih dalam agama, di mana logika fungsionalisme tidak dominan dalam batin pendukungnya, tidak seperti dalam aktivitas perdagangan atau politik misalnya. Karena itu pemikiran Parsudi mesti dikoreksi, di mana dalam beragama ada aspek psikologi bawah sadar yang membentuk manusia, yang kaitan historisitasnya jauh beratus ratus tahun silam lamamya dan jaraknya hampir separuh luas bumi. Dengan memperhayikan hal itu, salah satunya, kita bisa mengurangsi aspek reduksionis dr pendekatan fungsional yang diusung oleh Parsudi.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kentara sekali pendekatan fungsional dalam pemikiran Parsudi Suparlan di atas. Seakan-akan seluruh tindakan manusia adalah rasional-fungsional seperti itu; terlebih dalam agama, di mana logika fungsionalisme tidak dominan dalam batin pendukungnya, tidak seperti dalam aktivitas perdagangan atau politik misalnya. Karena itu pemikiran Parsudi mesti dikoreksi, di mana dalam beragama ada aspek psikologi bawah sadar yang membentuk manusia, yang kaitan historisitasnya jauh beratus ratus tahun silam lamamya dan jaraknya hampir separuh luas bumi. Dengan memperhayikan hal itu, salah satunya, kita bisa mengurangsi aspek reduksionis dr pendekatan fungsional yang diusung oleh Parsudi.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: agunghara@manohara.siksa</title>
		<link>http://prasetijo.wordpress.com/2009/05/11/pendekatan-budaya-terhadap-agama/#comment-99</link>
		<dc:creator>agunghara@manohara.siksa</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Sep 2009 19:13:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://prasetijo.wordpress.com/?p=212#comment-99</guid>
		<description>Agama....kebudayaan....opo ono pemisah sing tegas Jok?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Agama&#8230;.kebudayaan&#8230;.opo ono pemisah sing tegas Jok?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: tijok</title>
		<link>http://prasetijo.wordpress.com/2009/05/11/pendekatan-budaya-terhadap-agama/#comment-76</link>
		<dc:creator>tijok</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 May 2009 15:59:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://prasetijo.wordpress.com/?p=212#comment-76</guid>
		<description>intinya mas, alm. pak parsudi melihat agama dl sisi kebudayaan ada 2 - agama sbg teks suci dan sebagai pengetahuan budaya kalo sbg teks suci ya isinya sesuai dgn ajaran idel tetapi kalo sbg pengetahuan budaya, agama dilihat sbg dasar interpretasi lingkungan sekitar..nah sbg agama sbg dasar pengetahuan budaya tsb ia tdk berdiri sendiri, masuk pulka unsur kebudayaan, pengalaman, dan mungkin kepentingan si aktor</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>intinya mas, alm. pak parsudi melihat agama dl sisi kebudayaan ada 2 &#8211; agama sbg teks suci dan sebagai pengetahuan budaya kalo sbg teks suci ya isinya sesuai dgn ajaran idel tetapi kalo sbg pengetahuan budaya, agama dilihat sbg dasar interpretasi lingkungan sekitar..nah sbg agama sbg dasar pengetahuan budaya tsb ia tdk berdiri sendiri, masuk pulka unsur kebudayaan, pengalaman, dan mungkin kepentingan si aktor</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: kharianto</title>
		<link>http://prasetijo.wordpress.com/2009/05/11/pendekatan-budaya-terhadap-agama/#comment-71</link>
		<dc:creator>kharianto</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 May 2009 07:27:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://prasetijo.wordpress.com/?p=212#comment-71</guid>
		<description>Ra mudeng aku pak,,, hehehe,,,</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ra mudeng aku pak,,, hehehe,,,</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
